Minggu, 08 Juni 2014

Kulit Indah Berkat Lumpur

Menurut peneliti ahli kecantikan, lumpur merupakan hasil erosi dasar laut selama ribuan tahun yang kemudian mengendap di dasar sungai, danau, atau lautan. Karena lumpur ini berasal dari perut bumi, kandungan mineral yang diperlukan oleh tubuh pun cukup tinggi.

Seiring dengan kemajuan teknologi kecantikan yang sangat pesat, terapi kecantikan menggunakan lumpur pun kian berkembang. Tak hanya mengencangkan atau menghaluskan kulit, tapi juga menghilangkan jerawat, melembapkan kulit, membuang selulit, sampai melangsingkan tubuh.
 
Perawatan kecantikan dengan lumpur biasanya memakai metode thermal therapy, yaitu  menggunakan media panas untuk mengeluarkan keringat. Menurut Wiwied, ahli terapi lumpur dari Taman Sari Spa, di Jakarta, proses terapi lumpur cukup simpel, yaitu lumpur dibalurkan ke seluruh tubuh, kemudian tubuh dibungkus dengan selimut panas. Lewat keringat, segala racun dan lemak dari dalam tubuh pun ikut terbuang. Sehingga peredaran darah lebih lancar dan kulit pun lebih bersinar.

Jenis lumpur
    
Lumpur yang biasa digunakan untuk terapi kecantikan cukup beragam, dan jenisnya tergantung dari daerah asalnya, yaitu pegunungan, laut, danau, atau sungai. Lumpur untuk kecantikan ini tersebar di hampir seluruh penjuru dunia, antara lain di daerah-daerah sekitar Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, Laut Tengah, Laut Jepang, Laut Mati, dan sebagainya. 

Berikut ini jenis-jenis lumpur dengan kandungan mineral di dalamnya:
  1. Lumpur cokelat mengandung seng, besi, dan oksigen, sering dimanfaatkan untuk  mengencangkan kulit, detoksifikasi, dan melangsingkan tubuh.
  2. Lumpur putih (clay white) adalah favorit banyak wanita, mengandung garam tinggi dari kalsium, oksigen, dan zinc oxide untuk memutihkan kulit, contohnya lumpur dari Laut Mati. 
  3. Lumpur yang berasal dari abu Gunung Merapi adalah produksi dari negeri sendiri. Kandungan potasium, magnesium, seng, dan fosfor, merupakan mineral yang baik untuk memperlancar peredaran darah, mengurangi nyeri tubuh, serta mengangkat sel-sel kulit mati.
Masker lumpur

Lumpur untuk kecantikan umumnya berupa masker, baik  untuk wajah atau tubuh. Masker lumpur dalam kemasan biasanya sudah dicampur dengan bahan lain agar teksturnya lebih lembut dan beraroma, serta berkhasiat menenangkan tubuh dan pikiran. Bahan-bahan campuran itu antara  lain bunga-bungaan, dedaunan, tumbuhan laut (misalnya rumput laut atau ganggang laut), dan sebagainya.
  • Untuk wajah 
Masker lumpur untuk wajah ada dua macam, yaitu berbentuk bubuk dan cair. Jika berbentuk bubuk, sebelum digunakan dicampur dulu dengan air hangat, lalu aduk dengan cepat.  Jika masker lumpur berbentuk cair, hangatkan di dalam panci berisi air panas, atau bisa juga di dalam microwave selama 1-2 menit.  Segera bubuhkan masker merata pada wajah yang telah dibersihkan dengan cleansing milk dan toner, lalu diamkan beberapa waktu (15-20 menit) sampai lumpur kering. Uapi wajah dengan uap air panas, lalu bersihkan dengan air hangat dan bilas dengan air dingin. 
  • Untuk tubuh
  1. Pastikan tubuh dalam keadaan bersih dan lembap
  2. Oleskan lumpur (bisa menggunakan kuas) ke  seluruh bagian tubuh, lalu diamkan hingga lumpur mengering. 
  3. Bersihkan tubuh dengan handuk basah hangat. Jika memiliki steamer, uapi tubuh di dalam steamer. Alternatif lain, berendam  di dalam air hangat yang diberi garam laut, selama 15 menit. Ganti air rendaman dengan campuran air hangat dan minyak esensial (tahap ini berguna untuk mengembalikan metabolisme tubuh ke kondisi semula), lalu berendam lagi selama 15 menit. Terakhir, bilas tubuh dengan air dingin.
Tip:
  1. Bila Anda ingin menjalani perawatan sendiri di rumah, lakukan masker lumpur ini sehabis mandi. 
  2. Jika Anda ingin melakukan proses pelangsingan, konsultasikan dulu dengan ahli kecantikan langganan Anda, atau pergilah ke salon yang menyediakan jasa terapi lumpur, karena prosesnya  lebih panjang dan kompleks. 
  3. Terapi lumpur prinsipnya sama dengan detoksifikasi alami. Agar hasilnya maksimal, imbangi dengan pola makan sehat dan banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar